Perbedaan PoE pasif dan aktif - Power over Ethernet (PoE) adalah teknologi untuk LAN kabel. Memungkinkan satu kabel Ethernet untuk menyediakan koneksi data dan daya listrik ke perangkat seperti kamera, perekam NVR, titik akses nirkabel, dll.

Switch PoE, jika dibandingkan dengan switch jaringan Gigabit lainnya, memiliki daya melalui injeksi Ethernet yang terpasang di dalamnya.
Fitur ini digunakan saat menyalakan perangkat berkemampuan PoE tanpa memerlukan catu daya terpisah atau memerlukan sumber listrik di dekat perangkat yang
dialiri daya.
Mungkin sebagian dari Anda telah mengetahui perbedaan antara switch PoE dan PoE+ . Namun, pada penjelasan kali ini, Anda akan memahami lebih dalam tentang perbedaan PoE pasif dan aktif
Apa itu PoE Switch?
Seperti yang sudah dijelaskan pada artikel sebelumnya. Switch PoE tidak hanya memasok daya ke perangkat tetapi juga membawa koneksi jaringan. Secara umum, switch PoE biasanya berisi beberapa port Ethernet, misalnya switch PoE dengan 8 port, 16 port, 24 port, atau bahkan 48 port. Jika Anda mencari switch PoE untuk mencakup semua perangkat Anda, penting untuk mengetahui jumlah port yang dibutuhkan.

Perbedaan PoE Pasif dan Aktif
Untuk menjaga rentang tegangan, perangkat Power over Ethernet (PoE) harus berkomunikasi sesuai dengan prosedur yang ditetapkan.
Sederhananya, PoE aktif mengacu pada semua jenis PoE yang memproses tegangan yang benar antara switch dan perangkat bertenaga PoE.
Sedangkan PoE pasif tidak melakukan proses seperti itu, dan karena itu selalu mengirimkan arus listrik melalui kabel Ethernet pada tegangan tertentu terlepas dari perangkat yang digunakannya.
Untuk lebih jelasnya berikut penjelasannya masing-masing
- PoE aktif
Jika switch PoE Anda menggunakan standar 48V 802.3af atau 802.3at, dianggap sebagai PoE aktif. Unit catu daya di dalam switch PoE aktif biasanya menguji koneksi sebelum memberikan tegangan suplai, artinya switch PoE akan memeriksa daya yang masuk, dan jika tidak memenuhi persyaratan perangkat, maka tidak akan menyala.
- PoE Pasif
PoE pasif mengacu pada perangkat apa pun yang menggunakan PoE yang bukan 802.3af atau 802.3at. Tidak seperti switch PoE aktif, Dalam PoE pasif, tidak ada proses yang terjadi antara kedua perangkat, tetapi tata letak kabel yang diketahui digunakan dari Standar 802.3af, mode B.
Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui tegangan PoE yang diperlukan perangkat Anda sebelum mencolokkan di kabel Ethernet dan menyalakannya.
Jika Anda menghubungkan tegangan yang salah, Anda dapat menyebabkan kerusakan listrik. Jika diibaratkan, PoE pasif seperti mencolokkan alat 120V ke stopkontak 240V, tetapi dengan perangkat harganya jauh lebih mahal.
Beberapa kesalahan yang dilakukan oleh user biasanya main asal pasang pada port PoE. Hal ini dapat berakibat pada kerusakan komponen, bahkan dapat merusak Board perangkat, bahkan dapat menyebabkan kebakaran
Maka dari itu diharapkan kepada user untuk lebih memperhatikan, apabila perangkat NVR dihubungkan pada switch, harap di perhatikan apakah Switch pakai PoE aktif atau Pasif, agar tidak terjadi hal yang diinginkan


