cybersecurity-sample
surveillance
Hikvision

Tour Konfigurasi Kamera Termal Hikvision (Contoh kasus pada kamera DS-2T4237-25/V2), tulisan 4 dari 4 tulisan

Tulisan ini merupakan tulisan yang keempat (terakhir). Tulisan sebelumnya dapat ditemukan dengan judul Tour Konfigurasi Kamera Termal Hikvision (Contoh kasus pada kamera DS-2T4237-25/V2), tulisan 3 dari 4 bagian. Bagi pembaca sekalian yang belum membaca bagian sebelumnya disarankan untuk membaca terlebih dahulu agar mendapatkan gambaran utuh keseluruhan tulisan ini. Kita mulai bagian terakhir tulisan ini sekarang.

C. Konfigurasi Lanjutan (langkah 70-91):
C1. Mengganti lokasi Display informasi termometri (langkah 70-74), berikut adalah langkah langkah nya:

70. Masuk ke menu Configuraction - Temperature Measurement - Basic Settings.
71. Pilih Near Target untuk pengaturan Position of Thermometry Info. Pada opsi Top Left informasi Thermometry akan di tampilkan di kiri atas layar. Sedangkan pada opsi Near Target informasi Thermometry akan di tampilkan dekat dengan target.
72. Tekan tombol Save untuk menyimpan perubahan.



73. Masuk ke menu Live View.
74. Klik Thermal Camera, maka live view thermal camera akan menunjukkan informasi termometri untuk Preset 2 (langkah 49-66). Pada live view informasi termometri (ID1, ID2 dan ID3) ditampilkan dekat dengan target.



C2. Mengganti Palletes (langkah 75-76), berikut adalah langkah langkah nya:
75. Masuk ke menu Configuraction – Image - Display Settings - Image Enhancement.
76. Pilihlah Palletes sesuai kebutuhan.



C3. Melihat dan mengatur trigger alarm deteksi temperatur pada Preset 1 (langkah 77-91), terdiri dari:

C3.1. Mengatur konfgurasi alarm deteksi temperatur pada Preset 1 ID 1 (langkah 77-84), berikut adalah langkah langkah nya: 
77. Masuk ke menu Configuraction - Temperature Measurement - Advanced Settings.
78. Pada bagian Configuration pilih Expert.
79. Klik Preset 1.
80. Pada bagain bawah pada ID 1 klik tombol setting, pilih Alarm Rule maka jendela Alarm Rule akan ditampilkan.



81. Pada opsi Alarm Rule pilih Above (Average Temperture).
82. Pada opsi Alarm Temperature masukkan angka 32 sebagai suhunya dalam Celcius.
83. Pada opsi Pre Alarm Temperature masukkan angka 40 sebagai suhunya dalam Celcius.
84. Tekan OK untuk menyimpan perubahan.



C3.2. Melihat konfigurasi alarm deteksi temperatur pada Preset 1 ID 2 (langkah 85-86), berikut adalah langkah langkah nya:
85. Pada bagain bawah pada ID 2 klik tombol setting, pilih Alarm Rule maka jendela Alarm Rule akan ditampilkan.



86. Karena tidak ada perubahan pengaturan, tekan OK untuk keluar dari jendela Alarm Rule.



C3.3. Melihat konfigurasi alarm deteksi temperatur pada Preset 1 ID 3 (langkah 87-88), berikut adalah langkah langkah nya:
87. Pada bagain bawah pada ID 3 klik tombol setting, pilih Alarm Rule maka jendela Alarm Rule akan ditampilkan.



88. Karena tidak ad aperubahan pengaturan, tekan OK untuk keluar dari jendela Alarm Rule.



C3.4. Mengaktifkan Alarm Linkage (langkah 89-91), berikut adalah langkah langkah nya:
89. Masuk ke menu Configuraction - Temperature Measurement - Linkage Method - tab Linkage Method.
90. Centang Notify Surveilance Center.
91. Tekan tombol Save untuk menyimpan perubahan.



Tanpa terasa kita telah mencapai akhir dari tulisan ini. Penulis berharap tulisan ini dapat membantu para pembaca sekalian yang mungkin menghadapi masalah yang sama atau yang sedang mempelajari pengaturan kamera termal Hikvision. Demikain penulis akhiri tulisan ini. Semoga bermanfaat.


Tour Konfigurasi Kamera Termal Hikvision (Contoh kasus pada kamera DS-2T4237-25/V2), tulisan 3 dari 4 tulisan

Pada tulisan sebelumnya Tour Konfigurasi Kamera Termal Hikvision (Contoh kasus pada kamera DS-2T4237-25/V2), tulisan 2 dari 4 tulisan telah dibahas mengenai konfigurasi pont, line dan area untuk preset 1. Mari sekarang kita lanjutkan untuk Preset 2 serta cara untuk memanggil kedua preset tersebut.

B2. Konfogurasi Point, Line dan Area pada Preset 2 (langkah 49-66), terdiri dari:
B2.1. Konfigurasi Point Preset 2 (langkah 49-54), berikut adalah langkah langkah nya:
48. Klik Preset 2 kemudian
49. Tekan tombol kanan PTZ untuk menggeser view kamera ke arah kanan.
50. Klik tombol Set kemudian scroll ke bawah.



51. Pada bagain bawah centang Enable pada ID 1.
52. Masukkan Name (nama lokasi) sebagai contoh kita ketikkan point2. Biarkan Type pada posisi Point.
53. Set distance ke angka 3.
54. Set lokasi point2 yang ditunjukkan dengan cara menggeser (men drag) tanda + merah di tengah layar ke posisi yang sesuai kebutuhan. Pada contoh ini tanda + merah digeser (di drag) ke kiri atas layar.



B2.2. Konfigurasi Line Preset 2 (langkah 55-59), berikut adalah langkah langkah nya:
55. Pada bagain bawah centang Enable pada ID 2.
56. Ganti Type menjadi Line.
57. Masukkan Name (nama lokasi) sebagai contoh kita ketikkan line2.
58. Set distance ke angka 3.
59. Gambarlah garis pada live view.



B2.3. Konfigurasi Area Preset 2 (langkah 60-66), berikut adalah langkah langkah nya:
60. Pada bagain bawah centang Enable pada ID 3.
61. Ganti Type menjadi Area.
62. Masukkan Name (nama lokasi) sebagai contoh kita ketikkan area2.
63. Set distance ke angka 3.
64. Gambarlah area pada live view kemudian scroll ke bawah.



65. Tekan tombol Save untuk menyimpan perubahan.



66. Scroll ke atas kembali ke live view, maka untuk setiap ID yang telah di aktifkan (ID 1 - 3) pada live view akan di tampilkan temperatur Max Min dan Avg (rata rata).



B3. Memanggil hasil konfigurasi Preset 1 dan Preset 2 dari menu Live View (langkah 67-69), berikut adalah langkah langkah nya:
67. Masuk ke menu Live View.
68. Klik Thermal Camera, maka live view thermal camera akan menunjukkan informasi termometri untuk Preset 2 (langkah setting 49-66).



69. Untuk melihat informasi termometri untuk Preset 1 (langkah setting 28-48) maka Preset 1 perlu di aktifkan dengan mengklik tombol call preset  pada Preset 1 yang terdapat di kanan layar. Dengan memanfaatkan 2 preset ini maka dapat juga dibuat patrol. ID setiap preset ditampilkan pada atas kanan layar.



Jadi demikianlah bagian kedua dari tulisan ini diakhiri. Bagian ketiga (terakhir) tulisan ini yang berjudul Tour Konfigurasi Kamera Termal Hikvision (Contoh kasus pada kamera DS-2T4237-25/V2), tulisan 4 dari 4 bagian  akan dibahas pada tulisan selanjutnya. Semoga tulisan pendek ini dapat membawa manfaat bagi kita semua. Terutama bagi pembaca yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai konfigurasi kamera termal.






Page 1 of 62